Yo Pro konco…MALMING#1 ning AWI

abad dan ficky

Abad dan Ficky

amar dan bagas

Amar dan Bagas

arga dan bita

Arga dan Bita

Sedikit pemantik untuk berani berekspresi

Sabtu 30 Mei 2015 kantor Anak Wayang Indonesia (AWI) ramai sekali malam itu. Sekitar 50an anak berkumpul, mereka menunggu pembukaan acara Malming AWI pada jam 18.30 WIB. Begitu pintu garasi AWI yang disulap jadi ruang pamer dibuka, rhegudugg..! anak-anak langsung menghambur masuk ke ruang pamer. Malam itu ada puisi, foto pendampingan, berbagai karya lukis dari Abad, Nisa, Gabby dan lainnya dipamerkan.

Selain kagum menonton karya teman, berbagai lontaran spontan khas anak pun terucap. “ Mas, sesuk gambarku yo isa dipajang ngene iki ? “. “Mas, suk tak ewangi nemplekke gambar mas”. “ Aku yo isa gawe puisi lho mbak”. Kalimat itu wujud ekpresi semangat spontan dari anak-anak Baciro dan Pengok yang sebagian baru pertama kali menonton pameran.

Tak hanya pameran

Malam itu setelah puas nonton pameran, anak – anak langsung menuju ke halaman belakang kantor AWI. Halaman belakang telah disulap menjadi panggung sederhana dengan latar belakang mural karya gabungan anak-anak Ledok Tukangan dan Pengok.

Pentas pantomime, music dan teater berselang seling ditampilkan. Tak hanya anak-anak, bintang tamu mbak Gendis Pawestri, IrwANDewi juga Hambar and Friends turut memeriahkan acara malam itu. Anak- anak menonton acara seru malam itu dengan apresiasi sukacita. Tawa, clekopan dan tepuk tangan mewarnai malam minggu hari itu dengan penuh keceriaan.

Menuai tontonan semalam

Keesokan paginya, Minggu 31 Mei 2015 AWI mengadakan workshop di wilayah RW 07 Pengok. Peserta workshop adalah anak-anak yang semalam menonton Malming di AWI. Fasilitator workshop adalah kakak-kakak dari AWI. Teater diampu oleh mas Cosmas dan mas Siphen, pantomime oleh mas Ficky, Musik oleh mas Hambar dan fotografi oleh mas Nova.

Sekitar 15 anak turut aktif sesuai bidang yang mereka gemari. Ternyata, pentas Malming pada malam sebelumnya berhasil menjadi pemantik di diri anak untuk berani menunjukkan kemampuannya. Misalnya saja Nano yang ternyata memiliki suara bagus dan mulai berani menyanyi. Ada juga Alung yang menunjukkan kemauannya dalam mengoordinir teman-temannya untuk menentukan jadwal latihan pantomime.

Menuai dan menanam adalah proses berkelanjutan

Malming #1 di Baciro berhasil menjelma menjadi ajang yang efektif dan inovatif untuk membangkitkan motivasi dalam diri anak. Melalui tontonan, keberanian dalam diri anak mulai muncul. Melalui workshop, keberanian yang mulai muncul mendapatkan tempat tumbuh dengan penuh dukungan.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.

*