SD BTI

Anak Wayang Indonesia (AWI),  adalah lembaga pendampingan anak di kampung. Selama ini AWI mendampingi anak-anak untuk menanamkan nilai budi pekerti dan lokalitas. Penguatan organisai untuk anak serta sosialisasi anak. AWI mengemas tiga hal tersebut melalui program pendampingan anak dengan seni sebagai medianya. Seni merupakan media yang efektif untuk mendampingi anak-anak. Media seni yang bisa digunakan oleh AWI meliputi: teater, pantomim, film, gambar, fotografi, permainan tradisional, ketrampilan tangan, dan metode seni lainnya.

Selain di kampung, AWI juga melakukan program kegiatan di sekolah. Sekolah merupakan tempat kedua setelah rumah bagi anak untuk belajar. Selain menimba ilmu pengetahuan di sekolah, anak–anak juga belajar berinteraksi dengan teman-teman dengan beragam macam sifat dan kebiasaan. Oleh karena itu, AWI bekerja sama dengan sekolah untuk mewujudkan keadaan yang ramah, nyaman, dan mendudukan segala kegiatan yang mampu membangkitkan kreativitas serta interaksi anak.

Selama ini AWI telah bekerja sama dengan enam sekolah, di antaranya: SD N Golo, SD Nasional dan Bhineka Tunggal Ika, SMP Joanes Bossco, SMP Tumbuh, SMA  N 10,  dan SMK Piri 1. ‘Pendidikan Tanpa Kekerasan Berbasis Sekolah,’ merupakan tema yang digunakan dalam melakukan kegiatan di sekoalah. Begitu juga program yang diterapkan pada murid-murid SD BTI. Program ini pun hanya dilakukan pada murid-murid kelas lima, karena pada usia 11 tahun seorang anak sudah bisa diajak untuk berkomunikasi secara dua arah dengan baik.

Kegiatan ini dimulai pada tahun 2012 sampai dengan 2014. Moto kegiatan, ‘bermain adalah belajar dan belajar adalah bermain,’ diharapkan mampu memacu sekaligus menjaga anak-anak agar tetap dalam kondisi nyaman, dan menyenangkan ketika mengikuti  pendampingan.  Ada pun materi yang disampaikan, yakni: memerkenalan diri satu per satu dengan metode gerak, atau menirukan gerakan apa saja sesuka hati, namun tidak boleh sama dengan gerakan tubuh teman lainnya; mengenal diri sendiri dengan media gambar, serta mengenal orang lain dengan mengunakan media foto sebagai bentuk menghargai akan pentingnya  perbedaan; dan kegiatan jelajah sekolah yang diharapkan siswa dapat mengetahui fasilitas dan lingkungan sekolah, seperti: jumlah tempat sampah, kamar kecil, perpustakaan,  tempat parkir, UKS, lapangan basket, dan masih banyak lainnya.

AWI juga mengadakan kegiatan  jelajah tempat-tempat peribadatan di seputar  Yogyakarta.  Di sana, murid-murid bisa mendengarkan penjelasan baik dari ustad, romo, pendeta, dan biksu.  Ada pun tempat-tempat  yang telah dikunjungi di daerah Kota Baru, seperti:  Masjid Suhada, Gereja Kristen Protestan HKBP, Gereja Katholik, Wihara Kranggan, Pura Sarowajan. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak memiliki sikap tenggang rasa dan toleransi antara umat beragama; karena mayoritas masyarakat yang tinggal di Kota Yogyakarta, memiliki beraneka macam kepercayaan.

Selain itu untuk menghadapi  Festival  Teater Anak (FTA)  yang rutin diadakan setiap satu tahun sekali, AWI memberikan ruang bagi anak-anak SD BTI untuk berlatih teater; yang disutradarai oleh Bapak Tyas, selaku wakil kepala sekolah SD BTI. Dengan mengkritisi dan merespon segala gejala yang sedang melanda negeri;  seperti korupsi, in-toleransi, dan tawuran pelajar diangkat sebagai tema pertunjukan. Proses ini pun menghabiskan waktu 2 bulan, kemudian dipentaskan di Lembaga Indonesia Prancis (LIP), Sagan, Yogyakarta.

Home » SD BTI » SD BTI
BTI.4.jpg
BTI.4.jpg
BTI.5.jpg
BTI.5.jpg
BTI.6.jpg
BTI.6.jpg
BTI.7.jpg
BTI.7.jpg
BTI.8.jpg
BTI.8.jpg

Facebook Comments