Malming#2 Co!!! Musikanan

IMG-20150611-WA0007 IMG-20150611-WA0005 IMG-20150611-WA0004 IMG-20150611-WA0003 IMG-20150611-WA0002Malming#2 Musikanan

 

            6 Juni 2015, Kampung Musikanan menjadi tuan rumah Malming#2. Malming di kampung Musikanan ini adalah malming#2 yang dilakukan oleh Anak Wayang Indonesia (AWI). Musikanan memiliki latar belakang sejarah menarik sebagai sebuah kampung. Nama Musikanan berasal dari kata Musik-an. Jaman dahulu, warga Musikanan merupakan abdi dalem / pemain musik di Keraton Yogyakarta. Tidak heran warga di Musikanan rata-rata memiliki kemampuan dalam bermusik. Bahkan musisi kondang tanah air seperti Idris  Sardi berasal dari kampung ini. Itulah mengapa Anak Wayang Indonesia sangat tertarik melakukan pendampingan di kampung tersebut.

            Anak Wayang indonesia adalah lembaga anak yang fokus mendorong terwujudnya kampung yang ramah pada anak. Salah satu caranya dengan melakukan pemberdayaan potensi anak di tingkat komunitas. Pemberdayaan tersebut bagi AWI adalah untuk mendorong masyarakat peduli akan tumbuh kembang anak. Acara Malming yang diadakan oleh AWI dalam bentuk even rutin berupa pameran karya dan pertunjukan seni serta workshop ini adalah cara untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang gerak dan ekpresi bagi anak. Dimana ketika anak diberikan ruang dan kesempatan untuk mengaktualisasi kan diri, mereka mampu membuat sebuah karya. Karya anak yang merupakan hasil dari imajinasi, ide, kreativitas dan orisinil menyebabkan karya mereka berharga sebagai bekal di masa datang.

            Acara”Malming co!”tumbuh dari keresahan bagaimana agar setiap even atau kegiatan mampu menggerakkan diri anak untuk membuat suatu karya. Karya tersebut dapat berwujud gambar, tulisan, puisi, musik, video ataupun pertunjukan. Mempertontokan karya yang berkualitas pada anak adalah salah satu cara yang kami pilih untuk mendorong masyarakat dan anak untuk berkarya. Tumbuhnya rasa ketertarikan berkaryaakan terwujud ketika anak merasa mendapatkan pengalaman baru pada dunianya secara langsung. Anak – anak mudah sekali menyerap dan meniru apa yang mereka lihat dan rasakan secara langsung.

            Kegiatan”Malming Co! #2″ terselenggara atas kerja sama pemuda dan warga kampung Musikanan bersama Anak Wayang Indonesia.Para pemuda dan warga Musikanan bahu membahu membangun panggung, sound system hingga pertunjukan lebih semarak. Malam itu dimeriahkan dengan berbagai karya anak berupa teater, pantomim dan musik. Para pengisi acara beragam mulai dari anak-anak, remaja juga orang dewasa. Bahkan acara “Malming #2″ di Musik anan kedatangan tamu istimewa. Namanya pak Wawan, seorang musisi profesional yang handal memainkan saxofon. Kami beruntung sekali malam itu karena dapat menyaksikan penampilannya bermusik. Malam yang luar biasa itu ditutup dengan suka cita, menonton final European Champion League bersama warga.

            Workshop keesokan paginya, diikuti sekitar 15 anak. Meski jumlahnya tak terlalu banyak, mereka membuktikan mampu mencipta karya dengan riang dan gembira. Minggu, 7 Juni 2015 usai workshop selama 2 jam, anak- anak mempresentasikan karyanya. Hasilnya, ada 4 karya nomor pantomim dengan berbagai judul dan kreasi. 5 hasil karya fotografi yang bercerita tentang kampung tinggal mereka, serta 1 lagu yang dibuat oleh 2 orang anak TK dan SD.

Hal menarik yang kami catat dan terus upayakan adalah menjadikan Malming  sebagai acara rutin setiap bulan. Harapannya agar anak-anak memiliki ruang berkarya dan berekspresi agar mampu memberdayakan dirinya untuk terwujudnya kampung yang ramah terhadap anak.

(fts)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.

*