Kampoeng Semanak

Kampung Semanak

Multikultur-Partisipasi-Demokrasi-Ramah Anak

Oleh : Hambar Riyadi

Kampung merupakan wilayah tatanan terkecil dari sebuah negara. Di kampung terdapat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tangga (RT) yang merupakan kepanjangan dari tangan pemerintah dalam menentukan kebijakan. Di kampung terdapat pula masyarakat yang memiliki fungsi dan peran yang beragam, meliputi ; Bapak sebagai kepala rumah tangga, Ibu sebagai ibu rumah tangga, Pemudi pemuda sebagai pelopor pembangunan masyarakat dan juga anak-anak sebagai generasi penerus. Dalam kesehariannya, kampung menjadi ruang interaksi sosial dan partisipasi masyarakat dalam menjalani kehidupan bernegara. Untuk mendukung peran serta masyarakat terhadap pembangunan bangsa maka dibutuhkan kondisi kampung yang Semanak.

Semanak mempunyai makna menyenangkan, mudah bergaul, rukun, gotong royong, ramah dan terbuka. Kampung Semanak dapat diartikan sebagai kampung yang menyenangkan, gaul, rukun, gotong royong, ramah, serta terbuka namun tetap kritis dalam menyikapi segala hal. Kampung yang Kritis menjadi penting, agar keterbukaan masyarakat terhadap segala sesuatu yang baru dapat disaring secara logis agar melahirkan solusi-solusi dan mendorong kebijakan-kebijakan yang bijak.

Sebuah kampung yang Semanak, mempunyai ciri kehidupan masyarakatnya menghargai setiap keragaman, baik menghargai fungsi dan peran, menghargai cara pandang, menghargai pengetahuan masing-masing individu (Multikultur). Dengan bekal dan semangat multikultur tersebut Kampung menjadi Semanak, karenanya dorongan serta peran masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan negara (Partisipasi). Cara pandang yang Multikultur dan Partisipasi masyarakat tersebut merupakan salah satu perwujudan dari nilai-nilai Demokrasi. Demokrasi merupakan landasan pemikiran bangsa yang majemuk ini.Disamping ketiga hal tersebut, sebuah kampung yang Semanak sangat perlu memperhatikan pendidikan bagi anak sebagai generasi penerus.

Kampung Semanak akan menjadi lengkap bila pembangunan kampung dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang ramah anak. Semua element masyarakat mempunyai kewajiban mendidik anak-anak sebagai generasi penerus. Sebuah gerakan pemudi-pemuda yang hebat atau semangat partisipasi orang tua dalam membangun bangsa ini menggelegar, tanpa mengajarkan nilai-nilai pada anak-anak. Anak-anak adalah generasi penerus, maka kelangsungan pembangunan hanya terjadi pada saat itu saja. Pembangunan tidak akan berhasil dan bertahan lama sebab tidak ada generasi yang mampu melanjutkan.

Facebook Comments