Mari Menari Tari Candik Ayu

Mari Menari Tari Candik Ayu

Tari Candik Ayu adalah tarian kreasi baru yang berasal dari Surakarta. Candik yang berarti sekelompok dan ayu yang berarti cantik. Sehingga tarian ini disimpulkan sekelompok anak-anak yang masih polos dalam gerak dan langkahnya sedang bergembira bermain dan bercanda bersama.

Siang itu, Rabu 1 Juni 2015 sedang asyik berlatih menari Candik Ayu di depan teras sanggar Anak Wayang Indonesia. Di pimpin oleh kak Yosi Nurmaya, anak-anak sangat bersemangat untuk menggerakan tubuhnya sesuai intruksi yang diberikan. Meski masih terlihat kagok, namun senyum bahagia sangat tampak terlihat dari wajah mereka.

Belajar menari sangat banyak manfaatnya terutama bagi anak-anak. Selain mereka dapat belajar teknik menari, mereka dapat belajar lebih disiplin. Selain itu belajar menari juga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak terutama dalam pergaulan. Karena secara tidak sadar dalam berlatih mereka berinteraksi secara kelompok.

Nova_AWI

IMG-20150805-WA0004 IMG-20150805-WA0003 IMG-20150805-WA0002 IMG-20150805-WA0001

Jaringan AWI

Diskusi  Kuasa Komunitas : Memahami Pengorganisasian Komunitas

Senin, 6 Juli 2015 bertepat di Bentara Budaya Yogyakarta, Anak Wayang Indonesia menghadiri undangan diskusi dan temu komunitas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh CCES ( Center for Civic Engagment Yogyakarta ). Diskusi dengan tema Memahami Pengorganisasian Komunitas di sampaikan oleh  Laksmi Savitri  (Dosen Antropologi UGM) dan Widodo (Petani Lahan Pantai Kulon Progo).

Diskusi sendiri adalah seputar konflik warga kampung Zanegi di papua dan perusahaan Medco. Menarik menyimak respon warga masyarakat  Zanegi yang melawan ketika mereka merasa tertipu dan dirugikan oleh perusahaan Medco yang membabat  habis hutan mereka. Yang pada akhirnya tercipta kesepakatan menolak Medco dari 12 desa di sekitar Zanegi.

Diskusi ini berlangsung santai tapi tetap tidak mengurangi tema pokok yang dibicarakan. Selain diskusi juga diadakan pemutaran film documenter tentang testimony dan keadaan warga kampung Zanegi.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.

*